User Rating: 0 / 5

Star inactiveStar inactiveStar inactiveStar inactiveStar inactive
 
 

Metrotvnews.com, Jakarta: Pemerintah terus memaksimalkan pemanfaatan KTP elektronik (e-KTP)  untuk melacak pelaku berbagai tindak kriminal, di antaranya kejahatan narkoba.

Walaupun di sejumlah daerah masih kesulitan menerapkan KTP elektronik, tapi pemerintah secara bertahap terus menyempurnakan sehingga semua masyarakat di Indonesia akan memiliki identitas yang berlaku secara nasional.


Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi mengatakan, KTP elektronik mulai dapat digunakan untuk mengetahui keberadaan pecandu narkoba, teroris, serta penerima aliran dana ilegal sehingga akan memudahkan pihak berwenang untuk menangkap atau melacak personelnya.

"Keberadaan KTP elektronik sudah memiliki banyak manfaat setelah sejumlah instansi melakukan kerja sama dengan Kementerian Dalam Negeri dan kerja sama akan terus diperluas," kata Gamawan kepada pers di Kantor Wapres Jakarta, Jumat (28/2).

Kepala Badan Nasional Narkotika (BNN) Anang Iskandar mengatakan KTP elektronika dapat dimanfaatkan secara maksimal dalam mengakselerasi program Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN). "Karena masalah data identitas menjadi sangat penting, BNN perlu bersinergi dengan Kementerian Dalam Negeri yang memiliki kewenangan untuk menangani masalah data kependudukan," katanya.

Penggunaan KTP elektronika terkait dengan P4GN jelas memberikan dampak signifikan terutama dalam bidang rehabilitasi pecandu narkoba dan
pemberantasan jaringan narkoba. Dalam konteks rehabilitasi, data KTP elektronik bisa membantu BNN memantau program wajib lapor pecandu narkoba. 

Bila pendataan wajib lapor pecandu sudah bejalan, BNN akan lebih mudah memonitor pengguna atau pecandu narkoba dalam menjalani program wajib lapor.

Selama ini, kata Anang, data pecandu yang menjalani wajib lapor masih belum maksimal. Tidak sedikit pengguna narkoba yang memiliki KTP ganda sehingga bisa mendaftarkan diri ke berbagai instansi penerima wajib lapor (IPWL).

Dia juga mengatakan data KTP elektronik juga dapat dimaksimalkan dalam
program pascarehabilitasi. "Ketika mantan pecandu narkoba sudah terdata, maka kita bisa berkoordinasi dengan elemen yang potensial di lingkungan pecandu dalam mendukung para mantan pengguna narkoba kembali berintegrasi dan produkti dengan masyarakat," kata kepala BNN. 
(Antara)