Print 

User Rating: 0 / 5

Star inactiveStar inactiveStar inactiveStar inactiveStar inactive
 
Ditulis pada 13 Maret 2014 20:10 WIB
 

Metrotvnews.com, Jakarta: Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri menggunakan data e-KTP untuk mengumpulkan sidik jari tujuh warga Indonesia yang menjadi penumpang Malaysia Airlines MH-370. Pesawat yang mengangkut lebih 200 penumpang itu hilang dalam perjalanan dari Kuala Lumpur menuju Beijing lima hari silam.


"DVI (Disaster Victim Identification) sudah berkoordinasi dengan Pusinafis (Pusat Indonesia Automatic Fingerprint Identification System) untuk bantuan data sidik jari 7 penumpang Malaysia Airlines (asal Indonesia). Kemarin semua sudah didapat dari data e-KTP karena Pusinafis memiliki akses untuk sidik jari e-KTP," kata Koordinator Tim DVI Polri, Kombes Pol Anton Castilani saat dihubungi wartawan, Kamis (13/3).

Namun, satu keluarga dari tujuh penumpang asal Indonesia itu belum melengkapi data formulir antemortem yakni Willysurjanto Wang (53). "Dari tujuh pemumpang itu, satu keluarga belum bisa ditanyai karena masih trauma," kata Anton.

Di lain tempat, Kabag Penum Polri Kombes Pol Agus Rianto mengatakan menyimpan seluruh data itu di DVI. Bila diperlukan, maka DVI akan memberikan data itu sebagai bagian proses penyelidikan.

"Ketika nanti dimintai bantuan kita sudah siap. Tinggal nanti teknis pelaksanaannya," kata Agus di Gedung Divisi Humas Polri, Jakarta, Kamis (13/3).

Tim DVI Polri juga mengambil sampel antemortem dari keluarga penumpang Malaysia Air Lines asal Indonesia. Mereka adalah keluarga penumpang asal Medan, Sumatera Utara, Vinny Chyntyatio Vinny (47); Firman Chandra Siregar (25); dan Sugianto Lo (47). Kemudian tim juga mengambil data dari keluarga penumpang yang berdomisili di Jakarta yakni Indrasuria Tanurisam (57), Herry Indra Suadaya (35), dan Ferry Indra Suadaya (42).

"Masih satu yang belum, atas nama Willy. Belum kita ambil pemenuhan data antemortem. Data yang harus dipenuhi dalam formulirnya belum lengkap," pungkas Agus.