User Rating: 5 / 5

Star activeStar activeStar activeStar activeStar active
 
 
TANJUNG REDEB  -  Kekeliruan dalam pengisian formulir F-1.01 yang merupakan formulir biodata penduduk Warga Negara Indonesia masih sering ditemukan. Sementara isian formulir sangat penting karena akan berkaitan dengan seluruh dokumen kependudukan yang dimiliki setiap warga negara.

 

Pasalnya, kekeliruan dalam pengisian akan menimbulkan perbedaan pada data-data kependudukan di dokumen lain. Hal itu disampaikan Kepala Bidang Pendaftaran Penduduk Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Berau, Hery Irawan, saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (2/4) kemarin.

 

Untuk menghindari kesalahan dalam pengisian data kependudukan tersebut, dijelaskan Hery, Disdukcapil memperketat verifikasi pengisian data sejak awal permohonan pendaftaran penduduk. Verifikasi terhadap data penduduk itu, dikatakannya, lebih mudah terbaca karena saat ini sudah diterapkan sistem data base kependudukan. Sehingga setiap kekeliruan akan langsung diketahui untuk segera diperbaiki.

“Masih banyak masyarakat yang belum memahami pentingnya mengisi biodata kependudukan ini dengan lengkap dan akurat. Sehingga terkadang timbul perbedaan dengan dokumen lain yang sudah dimiliki. Salah satunya ijazah,” ungkapnya.

 

Untuk memperketat verifikasi data penduduk, tidak hanya dilakukan pada tahapan di Disdukcapil. Namun sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang ada, koreksi data itu sudah dilakukan secara berjenjang mulai dari tingkat kampung atau kelurahan maupun di tingkat kecamatan. Untuk itu pihaknya juga selalu melakukan koordinasi dan sosialisasi kepada perangkat di kecamatan dan kelurahan dalam proses verifikasi data yang disampaikan setiap masyarakat dalam kepentingan administrasi kependudukan.

Sesuai dengan Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2013 tentang perubahan Uundang-Undang Nomor 23 Tahun 2006 disebutkan bahwa KTP elektronik yang diterbitkan Disdukcapil, dijelaskan Hery, berlaku untuk seumur hidup. Sehingga tidak akan ada penerbitan KTP elektronik lagi. Terkecuali terjadi perubahan  elemen data, seperti status pernikahan atau pun pekerjaan.

Serta KTP elektronik yang hilang dan rusak. “Karena berlaku seumur hidup, jadi semua data yang isikan dalam biodata harus benar-benar akurat. Sehingga tidak lagi terjadi kesalahan baik dalam kartu keluarga maupun KTP elektronik,” tandasnya.