JAKARTA - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Gamawan Fauzi menyatakan bahwa e-KTP bukanlah proyek yang hanya sekali digelar. Menurutnya, e-KTP merupakan proyek berkelanjutan yang akan terus disempurnakan demi perbaikan dan validnya data administrasi kependudukan.

Gamawan mengatakan, proses perekaman dan pencatatan data kependudukan akan terus dilakukan seiring dinamika yang ada. "Pembuatan e-KTP tak akan berhenti  sampai  kapanpun,"  kata  Gamawan  kepada  wartawan di Jakarta, akhir pekan lalu.

 

Lebih lanjut Gamawan mengatakan, dirinya selalu mengngingatkan para kepala daerah, DPRD, maupun Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil di daerah untuk menseriusi e-KTP.

Saat  berbicara  pada  acara  pemberian  piagam  penghargaan  dan  penyerahan e-KTP kepada pemerintah kabupaten/kota se  Aceh  di pendopo Gubernur Aceh, Jumat (11/5), lalu, Gamawan juga mengaku sudah menyampaikan hal itu.

Bahkan dengan bangga Mendagri berani membandingkan proyek e-KTP di Indonesia dengan di Jerman yang dianggap sebagai negeri kampiun di bidang teknologi. Di Jerman, katanya, untuk mendapat e-KTP  warganya  harus  membayar  sekitar  Rp 360 ribu. Sementara di Indonesia, e-KTP malah digratiskan.

Tak hanya itu, lanjut Gamawan, Jerman butuh waktu hingga enam tahun untuk bisa merekam data 70 juta warganya dalam forman digital.

 "Tapi kita tidak sampai enam bulan sejak 2011 lalu, bisa merekam hampir 72 juta, itu lebih banyak dan lebih cepat dari Jerman. "Soal Mercedes Benz, BMW, mereka (Jerman) bissa bikin. Tapi soal e-KTP  mereka kalah dari kita," ucapnya.

Total, kini perekaman e-KTP sudah menjangkau 71.288.811 penduduk di 197 kabupaten/kota. "Ini melebihi target yang kita tetapkan sebelumnya hanya  69 juta," ucapnya.

Lantas apa rahasia keberhasilan itu, Mendagri menyebutkan kinerja para petugas Disdukcapil di daerah yang rela bekerja hingga larut malam meski tanpa uang lemburan sebagai salah satu sebab proyek e-KTP bisa sukses. Selain itu, saat ini masyarakat juga sudah sadar tentang pentingnya catatan kependudukan sehingga rela antre berjam-jam demi e-KTP. 

"Di Jerman petugas yang overtime (lembur) ya dapat uang hingga DM 16. Kalau kita  lebih  empat  jam  lembur  dapat  nasi  bungkus saja sudah bersyukur. Paling-paling dikasih lemburan Rp 10 ribu," pungkasnya. (ara/jpnn)

 Dikutip/diedit dari jpnn.com