Ditulis Pada 24 Maret 2015 20:02 WIB
 

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Direktorat Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri berjanji akan mempersiapkan Daftar Penduduk Potensial Pemilih Pemilu (DP4) sebelum diserahkan kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Irman menyatakan persiapan yang dilakukan oleh Kemendagri sebelum menyerahkan data pemili yaitu mengoreksi Data Agregat Kependudukan Per-Kecamatan (DAK-2) terkait adanya Daerah Otonomi Baru (DOB) pada Pilkada yang akan dihelat Desember mendatang.

 

 

"DAK-2 kita perlukan ada beberapa DOB yang datanya baru dipisah dari induknya, itu kita clear kan dulu. Kalau DAK2 kan data agregat. Nah, untuk DP4 ya kita rapikan karena kalau datanya yang diserahkan itu data semester II 2014 tertanggal 31 Desember 2014," ujar Irman setelah menhadiri rapat di Gedung KPU, Jakarta, Selasa (17/3/2015).

 

Diketahui, Kemendagri harus menerbitkan data kependudukan dua kali dalam satu tahun. Baik semester pertama pada Juni dan semester kedua pada bulan Desember.

 

Irman menegaskan, jika Pilkada telah disetujui akan dihelat pada Desember 2015, Kemendagri harus menyerahkan data tersebut enam sebelum Pilkada berlangsung.

 

"Nanti rencana Pilkadanya 9 Desember maka penyerahan DP4 paling lambat 6 bulan, paling lambat 9 Juni, tapi disepakati tadi janganlah paling lambat terus, jadi diserahkan 3 Juni," jelas Irman.

 

Rencananya Kemendagri akan menggunakan data pemilihan presiden setelah dilakukannya pemutahiran data terbaru.

 

Selanjutnya, Kemendagri baru akan menyerahkan kepada KPU sesuai kondisi di lapangan.

 

Hingga saat ini, Kemendagri belum bisa memastikan berapa jumlah DAK2 dan DP4 yang dimiliki.

 

"Ya saya tidak hafal karena data kita kan nasional, sedangkan sekarang Pilkada serentak belum semua kabupaten/kota. Baru dari 273 menjadi 269, jadi belum semuanya sehingga kita harus pilah dulu, kabupaten/kota mana, provinsi mana, baru nanti kalau bisa," ujar Irman.