Rabu, 28 April 2015

Ilustrasi
BONTANG – KTP Palsu sudah mulai beredar di Bontang. Hal ini terbukti dengan adanya laporan dari 2 Bank swasta ke Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Bontang beberapa waktu lalu. Diduga, nasabah yang menggunakan KTP palsu tersebut memiliki modus penipuan juga dipakai untuk pengajuan kredit.
 
Muhammad Nur, Kasi Nomor Induk Kependudukan (NIK) Disdukcapil Bontang mengatakan terdapat 9 nasabah yang memiliki KTP palsu dari 2 Bank swasta yang melapor ke pihaknya.
 
“Sudah kami selidiki, dan benar KTP tersebut merupakan KTP palsu, karena dapat dilihat dari NIK yang tidak tercantum di seluruh wilayah di Indonesia,” jelasnya saat ditemui, Selasa (28/4) kemarin.
 
Kata dia, adanya pelaporan dari pihak Bank tersebut, saat rekening yang digunakan pemilik KTP palsu tabungannya mencurigakan. Diceritakan pihak Bank, nasabah tersebut umpamanya menabung Rp 100 ribu, tetapi besoknya sudah diambil kembali. 
 
Kemudian nasabah mengajukan kredit terhadap Bank tersebut. Dari tindakan itulah timbul kecurigaan, hingga fotokopi KTP milik nasabah diselidiki di Disdukcapil. Hasilnya, NIK yang terdapat dalam KTP tersebut tidak terdata di semua wilayah di Indonesia. Belum lagi, alamat yang tercantum dalam KTP palsu tersebut tidak sinkron dengan keadaan wilayah Bontang.
 
“Sebenarnya dengan melihat NIK nya tidak terdaftar dimanapun sudah dapat dipastikan bahwa KTP tersebut KTP palsu. Dan hal itu terbukti dengan alamatnya, misalnya jalan, RT serta Kelurahannya tidak sesuai dengan yang ada di Bontang, kami kan tahu wilayah Bontang,” bebernya.
 
Belum lagi, adanya unsur penipuan dengan modus layanan pesan singkat atau short message service (SMS) yang banyak beredar dengan menarik korban agar mentransfer uang ke rekening pemilik KTP palsu. Karena M. Nur pun sempat mendapat kabar dari salah satu Bank swasta bahwa pemilik rekening yang memiliki KTP palsu tersebut mempunyai rekening juga di bank swasta lainnya.
 
“Sebenarnya antara yang mengajukan kredit, atau sms pun semuanya pasti unsur penipuan, sebab bisa saja kalau kredit yang diajukan cair, orang tersebut bisa langsung kabur untuk melarikan diri, karena bila dicari pun, alamat di KTP tidak akan ditemukan, sebab pembagian wilayah yang salah,” tambahnya.
 
Dalam kasus ini pun, pihaknya menyerahkan sepenuhnya kepada pihak Bank, apa akan ditindak lanjuti ke jalur hukum atau seperti apa. Sebab, jelas-jelas mereka (pihak Bank,Red) yang dirugikan, Disdukcapi hanya merasa rugi dengan adanya KTP palsu atas Disdukcapil Bontang. Padahal dari NIK saja sudah jelas, orang tersebut tidak terdata di Disdukcapil manapun. “Kami menyelidiki hanya dari fotokopian yang diberikan oleh pihak bank, dan belum pernah melihat wujud dari KTP palsu tersebut,” pungkasnya. (*/mga)