Ditulis Pada 08 Juli 2015 20:16 WIB
Jakarta, Indopos.co.id - Menteri Dalam Negeri, Tjahjo Kumolo mengamanatkan pada Pemerintah Daerah (Pemda) untuk melayani secara aktif seluruh warganya.

Hal ini berkaitan dengan distribusi kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP) yang maasih belum optimal. Tjahjo bahkan meminta Pemda untuk menggunakan sistem jemput bola agar semua warga negara Indonesia (WNI) terlayani e-KTP. 

 

"Pemda harus jemput bola supaya WNI dapat e-KTP, cepet kok kartunya diurus selama 10 menit selesai," ujar Tjahjo dalam penandatanganan kerjasama pemanfaatan NIK, Data Kependudukan dan e-KTP dengan perbankan di Kantornya, Jakarta, Selasa (7/7). 

Hal ini dilakukan untuk memenuhi target Kemendagri pada 2018 agar semua WNI yang telah memenuhi syarat memiliki KTP elektronik. Dengan adanya penggunaan e-KTP secara menyeluruh, Tjahjo juga menilai dapat memudahkan semua pihak mengakses data kependudukan.

Apalagi, dalam program e-KTP, masyarakat juga tidak dibebankan biaya sehingga tidak ada kendala bagi untuk memiliki e-KTP tersebut, meski politisi PDIP itu tak menampik ada oknum yang memungut biaya tertentu. 

"Dan itu gratis ya, meskipun masih ada yang memungut Rp 50-100 ribu, intinya seluruhnya, rekam dan cetak paling lambat 2018. Ini perlu waktu, karena itu kita harus jemput bola," ujarnya. 

Sementara Dirjen Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kemendagri Zudan Arif Fakrulloh mengatakan sampai hari ini pencetakan e-KTP masih berlangsung di daerah. Ia juga mengakui dalam pencetakan e-KTP tak jarang menemui berbagai kendala. 

 

"Kadang server lambat, kadang penuh," tutur Zudan. 

 

sumber : http://www.dukcapil.kemendagri.go.id/detail/mendagri-pelayanaan-e-ktp-pemda-harus-jemput-bola