BANDUNG,(PRLM).- Indonesia masuk dalam kelompok 19 negara di dunia yang paling buruk pencatatan kelahirannya. Setiap tahun ada sekitar 1,5 juta bayi tanpa dicatatkan kelahirannya.

 

"Artinya dalam satu dekade akan ada 15 juta anak Indonesia yang tidak memiliki kepastian hukum dan tanpa status kewarganegaraan," kata dosen Fakultas Hukum Unpad, Agus Mulya Karsona, dalam seminar "Penyuluhan Hukum Implementasi Kebijakan Administrasi Kependudukan bagi Aparat Pemkab Bandung" di Hotel Horison, Kamis (15/5).

 

Lebih jauh Agus mengatakan, populasi penduduk Indonesia pada tahun 2013 sudah masuk dalam empat besar dunia dengan jumlah 251,16 juta orang. "Sedangkan negara paling banyak penduduknya tetap diduduki RRC 1,34 miliar, India 1,22 miliar, dan Amerika Serikat 316,66 juta orang," katanya.

 

Agus menyatakan, banyaknya bayi yang tidak mendapatkan hak berupa akta kelahiran karena administrasi kependudukan yang kurang tertata dan tumpang tindih.

"Tiap penduduk harus mendapatkan pelayanan yang sama dalam pendaftaran penduduk dan pencatatan sipil, perlindungan atas data pribadi, dan ganti rugi dan pemulihan nama baik sebagai akibat kesalahan dalam pendaftaran penduduk," katanya dalam seminar diikuti ratusan karyawan Pemkab Bandung yang melayani administrasi kependudukan. (Sarnapi/A-107)