Berita

BONTANG – Pemerintah Kota Bontang terus menyegarkan pendataan seluruh akta yang beredar di masyarakat. Saat ini, pendataan baru berjalan 76 persen. Artinya, Kota Bontang masih belum genap menjalankan program Kartu Identitas Anak (KIA).
Kasi Program dan Penyuluhan di Disdukcapil Bontang, Ismail menuturkan, pihaknya terus melakukan pembaharuan data. Dia menyebut, saat ini jumlah akta yang  sudah terintegrasi dengan system informasi administrasi kependudukan (SIAK) baru 4.174 akta dari total 5.051 akta.
“Tinggal sedikit lagi. Itu akan kami selesaikan segera,” tuturnya.
Ismail menuturkan Dirjen Kependudukan dan Catatan Sipil Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menyebutkan syarat bisa masuk dalam program KIA adalah akta kependudukan sudah 100 persen terintegrasi dalam system SIAK.

Read more: Bontang Siap KIA Pertengahan 2016

PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI REPUBLIK INDONESIA NOMOR 61 TAHUN 2015

TENTANG

PERSYARATAN, RUANG LINGKUP DAN TATA CARA PEMBERIAN HAK AKSES SERTA PEMANFAATAN NOMOR INDUK KEPENDUDUKAN, DATA KEPENDUDUKAN DAN KARTU TANDA PENDUDUK ELEKTRONIK  

 

BONTANG – Sebanyak 9.000 warga Bontang belum melakukan perekaman kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP).Kepala Bidang Pendaftaran dan Kependudukan (Dafduk) Disdukcapil Bontang, Eka Dedy Anshariddin menuturkan, dari total 114.253 warga Bontang yang telah wajib KTP, masih ada sekitar 7 persen yang belum melakukan perekaman. Ia menjelaskan, mereka yang belum melakukan perekaman itu adalah warga yang menetap di Bontang, tetapi memiliki pekerjaan di luar kota. Sehingga tidak sempat melakukan perekaman di wilayah administrasi Bontang.

Read more: 9 Ribu Warga Bontang Belum Rekam E-KTP

 

MEGA ASRI/BONTANG POST
MINIM PETUGAS : Pegawai Disdukcapil mengikuti diklat di BKD. Mengakibatkan pelayanan pembuatan KK menjadi molor.  
Disebabkan 6 Pegawai Disdukcapil Mengikuti Diklat Pelayanan Prima 
BONTANG – Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Bontang sedikit kesulitan melayani masyarakat. Pasalnya, sebanyak 6 petugas pelayanan sedang mengikuti pendidikan dan pelatihan (diklat) pelayan prima di Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Bontang selama 4 hari. Akibatnya, pelayanan pembuatan Kartu Keluarga (KK) terpaksa molor dari waktu awal selama 4 hari menjadi 7 hari. 
Hal tersebut diutarakan Kasi KTP dan KK Disdukcapil Bontang, Masriah. Kata dia, keenam orang tersebut sudah sesuai rekomendasi atasan dan disetujui. Sehingga untuk mengantisipasi lonjakan pengurus surat-surat penting, masih terdapat beberapa tenaga di bidang pelayanan.

Read more: PEMBUATAN KK TERPAKSA MOLOR

SANGATTA – Hingga kini status kependudukan warga Dusun Sidrap sepertinya tidak pernah berakhir. Ada ribuan warga yang tinggal di Desa Martadinata, Kutai Timur (Kutim) yang berbatasan langsung dengan Kota Bontang. Masalah ini selalu muncul khususnya jelang perhelatan pemilihan umum (Pemilu), termasuk Pilkada serentak permasalahan ini kembali mencuat.
Diketahui, lebih dari 2 ribu jiwa warga di Dusun Sidrap dipastikan tidak akan menggunakan hak pilihnya untuk Pilkada Kutim. Mereka sudah memilih menyalurkan hak suaranya pada Pilkada Kota Bontang, diwaktu yang bersamaan.

Read more: Ribuan Warga Sidrap Pilih Ikut Pilkada Bontang