Print 

2)Status Hubungan dengan Kepala Keluarga

Status hubungan anggota keluarga dengan kepala keluarga diperlukan untuk melihat komposisi anggota keluarga, pola pengaturan tempat tinggal (living arrangement) dan pola pengasuhan anak.

Tabel 3.15. Jumlah dan Proporsi Anggota Keluarga Menurut Status Hubungan dengan Kepala Keluarga Kota Bontang Tahun 2010

STATUS HUBUNGAN DENGAN KEPALA KELUARGA LAKI-LAKI PEREMPUAN L+P
N % N % n %
Kepala Keluarga 45.720 26,00% 5.289 3,01% 51.009 29,01%
Suami 8 0,00% - 0,00% 8 0,00%
Isteri - 0,00% 36.156 20,56% 36.156 20,56%
Anak 41.379 23,53% 35.739 20,33% 77.118 43,86%
Menantu 17 0,01% 9 0,01% 26 0,01%
Cucu 297 0,17% 232 0,13% 529 0,30%
Orang Tua 84 0,05% 471 0,27% 555 0,32%
Mertua 81 0,05% 414 0,24% 495 0,28%
Famili Lain 6.256 3,56% 3.155 1,79% 9.411 5,35%
Pembantu 4 0,00% 51 0,03% 55 0,03%
Lainnya 331 0,19% 137 0,08% 468 0,27%
Jumlah 94.177 53,56% 81.653 46,44% 175.830 100,00%

Sumber : Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Bontang (data SIAK diolah)

Tabel 3.15 menunjukkan anggota keluarga menurut status hubungan dengan kepala keluarga. Dari tabel tersebut terlihat bahwa kepala keluarga laki-laki umumnya mempunyai pasangan/isteri yaitu dari 45.720 kepala keluarga laki-laki yang mempunyai isteri sebanyak 36.156 orang (76,08%), sedangkan dari 5289 kepala keluarga perempuan hanya 8 orang (0,15%) saja yang bersuami. Hal ini menunjukkan bahwa kepala keluarga perempuan pada umumnya berstatus lajang baik mereka yang belum pernah kawin maupun mereka yang berstatus cerai. Penduduk perempuan berstatus kepala keluarga ini perlu mendapat perhatian lebih, karena pada umumnya keluarga yang dikepalai oleh kepala keluarga perempuan tingkat kesejahteraannya lebih rendah dibandingkan keluarga yang dikepalai oleh laki-laki. Data Susenas 2007, menunjukkan bahwa kepala keluarga perempuan pada umumnya berstatus tidak bekerja, berpendidikan rendah dan berada pada kelompok miskin.

Adapun proporsi anggota keluarga yang tinggal dalam satu rumah yang berstatus menantu, cucu, orang tua, mertua, dan famili lain menunjukkan proporsi yang rendah yaitu sekitar 4,2 persen. Ini mencerminkan bahwa keluarga luas (extended family) di Kota Bontang jumlahnya tidak besar. Namun demikian dari segi jumlah, angka yang dihasilkan cukup besar terutama anggota keluarga yang tinggal bersama dengan kepala keluarga perempuan.