Print 

b.Komposisi Penduduk menurut Karakteristik Sosial

1)Jumlah Penduduk Menurut Pendidikan

Tingkat pendidikan merupakan salah satu ukuran untuk kualitas penduduk. Semakin tinggi tingkat pendidikan yang ditamatkan semakin baik kualitas SDM di wilayah tersebut. Tamat sekolah didefinisikan sebagai jenjang pendidikan yang telah berhasil diselesaikan oleh seseorang dengan dibuktikan adanya ijazah atau surat tanda tamat belajar. Tetapi jika menggunakan ukuran menurut jenjang tertinggi merupakan jenjang atau kelas tertinggi yang pernah ditempuh oleh seseorang.

Tabel 3.8. Distribusi Jumlah dan Proporsi Penduduk Kota Bontang Umur 10 Tahun ke Atas Menurut

Tingkat Pendidikan Tertinggi yang Ditamatkan dan Jenis Kelamin Tahun 2010

TINGKAT PENDIDIKAN LAKI-LAKI PEREMPUAN JUMLAH
n % n % N %
Tidak/Belum Sekolah 16.080 9,15% 15.020 8,54% 31.100 17,69%
Belum Tamat SD/Sederajat 12.446 7,08% 11.908 6,77% 24.354 13,85%
Tamat SD/Sederajat 13.197 7,51% 14.034 7,98% 27.231 15,49%
SLTP/Sederajat 13.527 7,69% 12.702 7,22% 26.229 14,92%
SLTA/Sederajat 31.841 18,11% 21.336 12,13% 53.177 30,24%
Diploma I/II 709 0,40% 1.005 0,57% 1.714 0,97%
Akademi/Diploma III/Sarjana Muda 1.897 1,08% 2.029 1,15% 3.926 2,23%
Diploma IV/Strata I 4.063 2,31% 3.438 1,96% 7.501 4,27%
Strata II 397 0,23% 172 0,10% 569 0,32%
Strata III 20 0,01% 9 0,01% 29 0,02%
Jumlah 94.177 53,56% 81.653 46,44% 175.830 100,00%

 

Sumber : Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Bontang (data SIAK diolah)

Dari tabel 3.8 terlihat bahwa kualitas penduduk Kota Bontang umur 10 tahun ke atas menurut tingkat pendidikan sampai dengan bulan Desember tahun 2010 relatif masih rendah 47,03 persen penduduk Kota Bontang belum tamat SD atau hanya tamat SD. Proporsi yang tidak bersekolah lebih tinggi pada penduduk laki-laki dibandingkan dengan penduduk perempuan. Pada jenjang pendidikan dasar, proporsi penduduk yang tamat SD untuk penduduk perempuan lebih tinggi daripada penduduk laki-laki

Pada jenjang pendidikan menengah, proporsi penduduk yang tamat SLTP untuk perempuan hampir sama dengan proporsi penduduk laki-laki. Akan tetapi untuk menamatkan SLTA , proporsi perempuan lebih rendah dibandingkan penduduk laki-laki . Ini menunjukkan bahwa semakin tinggi pendidikan, semakin sedikit perempuan yang berhasil menamatkan pendidikannya. Hal ini sama dengan gambaran pendidikan nasional, dimana angka melanjutkan sekolah ke jenjang pendidikan perempuan lebih rendah dibanding laki-laki, terutama pada kelompok penduduk miskin.