BONTANG POST, Selasa, 28 April 2015
Pro Sayang Anak Lahir menjadi salah satu dari Sembilan program yang diikutkan di Otonomi Award 2015 yang digarap Jawa Pos Institute of Pro-Otonomi (JPIP) area Kaltim-Kaltara.
 
Menurut Ahmad Aznem, Kepala Bidang Pencatatan Sipil Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Bontang, program kerja sama pelayanan akta kelahiran ini menjadi terobosan baru Pemkot Bontang yang pantas mendapatkan apresiasi untuk diikutsertakan dalam lomba.
 
Program ini lanjut dia juga bekerja sama dengan rumah sakit di Bontang untuk pelayanan pembuatan akta kelahiran. Dengan kerja sama ini, jika ada masyarakat yang baru melahirkan tak perlu lagi repot-repot mengurus akta kelahiran di Kantor  Disdukcapil. Proses pembuatan akta kelahiran diharapkan berlangsung singkat, sehingga saat keluar dari rumah sakit, akta sudah langsung jadi dan bisa dibawa pulang.
 
“Program ini gratis, warga harus punya, karena akta kelahiran adalah bentuk identitas setiap anak yang menjadi bagian tidak terpisahkan dari hak sipil dan politik warga negara,” jelas dia.
 
Tujuan lain dari ide ini adalah, menciptakan sinergi yang harmonis, serasi dan terpadu dalam pelaksanaan tugas antara seluruh pihak, baik  Disdukcapil, rumah sakit dan masyarakat. Selain itu, akta merupakan bukti kewaganegaraan pada anak yang memberikan perlindungan dan hak keperdataan anak. Hal lain yang bisa dicapai dalam kerja sama ini adalah membangun partisipasi publik, khususnya terhadap pelayanan akta kelahiran.
 
Diketahui, selain program akta kelahiran ini, Pemkot Bontang juga mengikutsertakan program lainnya di Otonomi Award. Antara lain, Program Istri Baru (Listrik Terbarukan-PLTS Komunal), Program Bakul (Pengembangan Kuliner), Program Satu RT Satu Layanan Pendidikan Anak Usaha Dini (PAUD), Program Gasibu (Gerakan Sayang Ibu), Program Peduli Lingkungan dan Sosial Perusahaan (Lisan), Program Bimbingan dan Manajemen Usaha Perempuan, Program Bontang Hijau, dan Program Balik-Atas (Pengembangan Aplikasi Elektronik Tata Naskah). (hms/*/zae)