Kependudukan

Pencatatan Biodata Penduduk

Persyaratan Pelayanan :

  1. Surat Pengantar dari Rukun Tetangga (RT).
  2. Foto Copy Dokumen atau Bukti Peristiwa Kependudukan dan Peristiwa Penting.
  3. Foto Copy Ijazah (bukti penduidikan terakhir).
  4. Dokumen Perjalanan/Paspor bagi Orang Asing.
  5. Surat Keterangan Tempat Tinggal bagi Orang Asing yang memiliki Kartu Izin Tinggal Terbatas (KITAS).
  6. Kartu Izin Tinggal Tetap (KITAP) bagi Orang Asing

 

Sistem Mekanisme dan Prosedur sebagai berikut :

  1. Penduduk datang ke Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil dengan membawa persyaratan sebagaimana tersebut di atas.
  2. Penduduk mengisi formulir Biodata Penduduk (F.1-01).
  3. Orang Asing mengisi formulir Biodata Penduduk Orang Asing (F.1-08).
  4. Petugas registrasi melakukan verifikasi dan validasi data.
  5. Petugas operator melakukan entry data.
  6. Petugas operator mencetak Biodata Penduduk.
  7. Paraf Kasi dan Kabid yang membidangi.
  8. Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil menerbitkan dan menandatangani Biodata Penduduk.
  9. Petugas menyerahkan Biodata Penduduk sebagai dasar penerbitan Kartu Keluarga.

Jangka Waktu : 1 - 3 hari Kerja

Biaya/ Tarif : Gratis / Tidak dipungut Biaya

Persyaratan Pelayanan

  • Surat Keterangan Pindah bagi WNI yang Pindah ke Luar Wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)
  1. Kartu Keluarga.
  2. Kartu Tanda Penduduk.

 

  • Surat Keterangan Datang keluar Negeri (SKDLN) untuk Warga Negara Indonesia
  1. Dokumen Perjalanan Republik Indonesia 
  2. Surat Keterangan Pindah ke Luar Negeri (SKDLN).

 

  • Pendaftaran Orang Asing yang Datang Dari Luar Wilayah NKRI dengan Izin Tinggal terbatas (KITAS)
  1. Dokumen Perjalanan (foto copy paspor dengan menunjukkan aslinya).
  2. Foto copy Kartu Ijin Tinggal Terbatas (KITAS).
  3. Surat Rekomendasi dari Kelurahan setempat.
  4. Surat Tanda Melapor dari Kepolisian.
  5. Surat Permohonan dariPerusahaan (bagi tenaga kerja).
  6. Surat dari Kementerian Ketenagakerjaan (bagi tenaga kerja).
  7. Pas Foto

 

  • Pendaftaran Orang Asing yang Akan Pindah ke Luar Wilayah NKRI dengan Izin Tinggal Terbatas (KITAS) dan Kartu Izin Tinggal Tetap (KITAP)
  1. Dokumen Perjalanan (foto copy paspor dengan menunjukkan aslinya).
  2. Foto copy Kartu Ijin Tinggal Terbatas (KITAS)/Kartu Izin Tinggal Tetap (KITAP).
  3. Kartu Keluarga.
  4. Kartu Tanda Penduduk.
  5. Surat Keterangan Tempat Tinggal (SKTT).

 

Mekanisme dan Prosedur

  • Surat keterangan Pindah bagi Warga Negara Indonesia yang Pindah ke Luar Wilayah NKRI
  1. WNI datang ke Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil dengan membawa persyaratan sebagaimana tersebut di atas.
  2. WNI mengisi formulir Keterangan Pindah ke Luar Negeri (F.1-65). 
  3. WNI mengisi formulir Biodata Penduduk (F.1-01).
  4. Petugas verifikatori melakukan verifikasi dan validasi data.
  5. Petugas operator melakukan entry dan edit data untuk proses pindah.
  6. Petugas operator mencetak Surat Keterangan Pindah ke Luar Negeri (SKPLN).
  7. Kasi/Kabid yang membidangi melakukan paraf Surat Keterangan Pindah ke Luar Negeri (SKPLN).
  8. Kepala Dinas menerbitkan dan menandatangani Surat Keterangan Pindah ke Luar Negeri (SKPLN).
  9. Petugas menyerahkan Surat Keterangan Pindah ke Luar Negeri (SKPLN).

 

  • Surat Keterangan Datang Keluar Negeri (SKDLN) untuk Warga Negara Indonesia
  1. WNI melapor ke Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil dengan membawa persyaratan.
  2. WNI mengisi dan menandatangani formulir Surat Keterangan Datang dari Luar Negeri (F.1-61).
  3. Petugas verifikator melakukan verifikasi dan validasi data.
  4. Petugas operator melakukan entry dan edit data untuk proses kedatangan.
  5. Petugas operator mencetak Surat Keterangan Datang dari Luar Negeri (SKDLN).
  6. Kasi/Kabid yang membidangi melakukan paraf Surat Keterangan Datang dari Luar Negeri (SKDLN).
  7. Kepala Dinas menerbitkan dan menandatangani Surat Keterangan Datang dari Luar Negeri (SKDLN).
  8. Petugas menyerahkan Surat Keterangan Datang dari Luar Negeri (SKDLN) sebagai dasar penerbitan Kartu Keluarga.

 

  • Pendaftaran Orang Asing yang Datang dari Luar Wilayah NKRI dengan Izin Tinggal Terbatas (KITAS)
  1. Orang asing melapor kepada Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil dengan membawa persyaratan sebagaimana tersebut di atas.
  2. Orang asing mengisi dan menandatangani formulir Pendaftaran Orang Asing Tinggal Terbatas (F.1-62)
  3. Petugas verifikator melakukan verifikasi dan validasi data.
  4. Petugas operator melakukan entry data.
  5. Petugas operator mencetak Surat Keterangan Tempat Tinggal (SKTT)
  6. Paraf Kasi dan Kabid yang membidangi.
  7. Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil menerbitkan dan menandatangani Surat Keterangan Tempat Tinggal (SKTT).
  8. Petugas menyerahkan Surat Keterangan Tempat Tinggal (SKTT).

 

  • Pendaftaran Orang ASing yang akan Pindah ke Luar Wilayah NKRI dengan Izin Tinggal Terbatas (KITAS) dan Kartu Izin Tinggal Tetap (KITAP)
  1. Orang Asing datang ke Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil dengan membawa persyaratan sebagaimana tersebut di atas.
  2. Orang Asing mengisi formulir Keterangan Pindah ke Luar Negeri (F.1-65). 
  3. Petugas verifikatori melakukan verifikasi dan validasi data.
  4. Petugas operator melakukan entry dan edit data untuk proses pindah.
  5. Petugas operator mencetak Surat Keterangan Pindah ke Luar Negeri (SKPLN).
  6. Kasi/Kabid yang membidangi melakukan paraf Surat Keterangan Pindah ke Luar Negeri (SKPLN).
  7. Kepala Dinas menerbitkan dan menandatangani Surat Keterangan Pindah ke Luar Negeri (SKPLN).
  8. Petugas menyerahkan Surat Keterangan Pindah ke Luar Negeri (SKPLN).

 

Jangka Waktu Pelayanan : 1 (satu) s.d. 3 (tiga) hari kerja

Biaya/tarif : Gratis/Tidak dipungut biaya

 

Penerbitan Kartu Keluarga (KK) :

  1. Penduduk Warga Negara Indonesia yang mau berdomisili di Kota Bontang wajib melaporkan susunan keluarganya kepada Instansi Pelaksana melalui RT, Lurah dan Camat.
  2. Orang Asing yang memiliki Izin Tinggal Tetap wajib melaporkan susunan keluarganya kepada Instansi Pelaksana.

    Read more: Pengurusan Kartu Keluarga (KK)

Reporter : Erina Wardoyo | 2015-05-20 18:30:00
Chip e-KTP yang kita pakai saat ini telah dirancang dengan standar internasional dengan suhu antara -25 hingga 70 derajat celcius.

Brilio.netKamu pasti sering mendengar larangan untuk memfotokopi e-KTP karena dianggap dapat merusak chip di dalamya. Nah dalam pikiranmu pasti bertanya-tanya, apa sih istimewanya chip ini dan apa fungsinya dalam kehidupan sehari-hari?

Chip e-KTP adalah kartu berbasis mikropossesor yang memiliki besar memori 8 KB. Permukaan chip e-KTP telah memenuhi standar ISO 14443 A atau ISO 14443 B. Chip ini mampu menyimpan biodata, pas photo, dua data sidik jari dan tanda tangan.

Read more: Tak disarankan difotokopi, begini cara menyalin e-KTP


Reporter : Erina Wardoyo | 2015-05-20 17:17:00
Biasanya pada KTP kamu ada 16 digit angka Nomor Induk Kependudukan (NIK) dalam e-KTP.

Brilio.net Saat sedang membeli tiket kereta api pasti kamu akan disuruh menyebutkan 16 digit angka Nomor Induk Kependudukan (NIK) dalam e-KTP. Namun tahukah kamu 16 digit angka itu bukan sembarang angka? Ada kode rahasia yang membuatnya berbeda dengan e-KTP orang lain.
Sebagai contoh dari gambar di atas, 31-02-01-44-03-91-0312, cara mengetahui artinya adalah sebagai berikut:

Read more: Ini rahasia di balik kode angka dalam NIK e-KTP kamu, belum tahu kan?

Subcategories