BAB I

PENDAHULUAN

 

A.Latar Belakang

Kota Bontang terletak 150 km di utara Samarinda. Dengan wilayah yang relatif kecil dibandingkan kabupaten lainnya di Kalimantan Timur (406,70 km²), Bontang memegang peranan  yang cukup penting dalam pembangunan Kaltim  maupun nasional. Karena di kota yang berpenduduk sekitar 110.000 jiwa ini, terdapat dua perusahaan raksasa internasional yaitu PT  Badak NGL di Bontang Selatan dan PT Pupuk Kaltim di Bontang Utara. Kota Bontang secara administratif dikembangkan sebagai Daerah Otonom Kota sejak tahun 1999, setelah sebelumnya berada dalam wilayah administrasi Kabupaten Kutai Kertanegara. Letaknya tergolong strategis, pada poros jalan Trans-Kalimantan serta dilalui jalur pelayaran Selat Makassar sehingga menguntungkan dalam mendukung interaksi wilayah Kota Bontang dengan wilayah luar Kota Bontang.

Secara keseluruhan, luas Kota Bontang mencapai 49.752,56 Ha, dimana sebagian besar merupakan wilayah perairan, sementara luas wilayah daratan sekitar 29% atau14.870 Ha.

Dari diagram di atas, khususnya jenis penggunaan lahan untuk wilayah daratan Kota Bontang memperlihatkan pembagian guna lahan yang secara umum terdiri dari 3  jenis penggunaan: Hutan Lindung & Pertanian, Kawasan Industri, serta Areal terbangun Perkotaan. Adapun penggunaan lahan wilayah daratan Kota Bontang yagn mencakup areal seluas 147,80 km² terdiri dari :

  • Kawasan Hutan Lindung/TNK : 9.025 Ha (11,96%)
  • Kawasan PT Badak NGL.Co : 1.527 Ha (3,15%)
  • Kawasan PT.Pupuk Kaltim : 2.010 Ha (4,04%)
  • Areal efektif untuk pembangunan : 1.950 Ha (10,56%)

 

1.2  Orientasi Wilayah

         Secara astronomis, Kota Bontang berada dalam posisi 117º 23' - 117 º 38' Bujur Timur, serta 0 º 01' - 0 º 14' Lintang Utara. Secara administratif, Kota Bontang  semula merupakan kota administratif dari Kabupaten Kutai dan menjadi Daerah Otonomi berdasarkan UU No.47 tahun 1999 tentang Pemekaran Propinsi dan  Kabupaten, 

 

1.3  Kecamatan dan kelurahan

Kota Bontang dibagi menjadi 3 kecamatan dan 15 kelurahan, yaitu:

  • Bontang Barat, terdiri atas 3 kelurahan, yaitu:
    • Belimbing
    • Kanaan
    • Telihan
  • Bontang Selatan, terdiri atas 6 kelurahan, yaitu:
    • Tanjung Laut
    • Tanjung Laut Indah
    • Berbas Tengah
    • Berbas Pantai
    • Bontang Lestari
    • Satimpo
  • Bontang Utara, terdiri atas 6 kelurahan, yaitu:
    • Api-Api
    • Bontang Baru
    • Bontang Kuala
    • Guntung
    • Gunung Elai
    • Lok Tuan

 

Gambar. 1 Wilayah Kota Bontang

Wilayah Kota Bontang didominasi oleh permukaan tanah yang datar, landai, dan sedikit berbukit dengan ketinggian antara 0 - 106 m di atas permukaan laut, dengan kemiringan lereng sebagian besar antara 2-40% dengan luas 7.211 Ha. Mayoritas wilayah (48 %) menempati kawasan pinggir pantai yang relatif datar, sehingga relief Kota Bontang terlihat mendatar di wilayah pantai, dan bergerak membukit dan bergelombang dari bagian Selatan ke arah Barat.

Kota Bontang diapit oleh hutan lindung di sebelah Barat dan Selatan, serta Taman  Nasional  Kutai di sebelah Utara. Karenanya, tidak heran bila penggunaan lahan untuk hutan belukar tergolong luas, mencapai 3.575 Ha. atau sekitar 24 % dari luas wilayah daratan. Luas lahan pertanian di Kota Bontang mencapai 5.400 Ha atau sekitar 36,5 % dari luas daratan, terdiri dari lahan potensial yang belum dimanfaatkan sebesar  3.150 Ha, serta lahan fungsional pertanian dan peternakan sebesar 2.250 Ha.

 

1.4. Ekonomi

Kota Bontang dikenal dengan kota industri dan jasa, dua sektor tersebut telah memberikan nilai pendapatan yang utama bagi daerah ini . Di Kota Bontang, dalam kawasan tiga perusahaan raksasa itu, berbagai fasilitas moderen lengkap tersedia, mulai dari fasilitas perumahan bagi karyawan, tempat olahraga, rekreasi, taman bermain, rumah sakit hingga hotel berbintang yang tentunya menambah kas daerah dari sektor jasa, sektor jasa dan industri pengolahan adalah dua lapangan usaha yang paling banyak menyerap tenaga kerja.

Dari tiga perusahaan besar itulah tulang punggung perkembangan perekonomian kota ini. Keberadaan perusahaan raksasa itu punya andil dalam meningkatkan kegiatan perdagangan dengan munculnya kebutuhan baru akan komoditas keperluan hidup sehari-hari.

Di sektor pariwisata, wilayah pesisir dengan pantai yang bersih, landai, berpasir putih bisa menjadi obyek wisata yang potensial. Bontang Kuala misalnya, selain menarik wisatawan karena perkampungan nelayan di atas laut, juga tengah dikembangkan sebagai obyek wisata. Kota ini memiliki potensi menjadi kota pariwisata dengan beberapa tempat andalan, Pulau Beras Basah, Pulau Segajah serta Taman Nasional Kutai yang berdampingan dengan wilayah Kutai Timur. Potensi budidaya perikanan laut dengan komoditas unggulan berupa udang, kepiting, ikan kerapu, udang lobster, kakap merah, teripang, rumput laut dan tiram banyak diminta oleh pasar luar negeri.

Gas Alam Cair (LNG) merupakan komoditi utama yang menopang perekonomian Kota Bontang. Kota ini dianugrahi kekayaan alam, terutama gas alam yang sangat besar. Pada tahun 2005 produksi LNG mencapai 42.889.510 M3. Sebagian besar produksi itu sebanyak 42.623.823 M3 untuk konsumsi ekspor. Perusahaan yang memproduksi dan mengekspor LNG adalah PT. Badak LNG & Co.

Ekspor keseluruhan Kota Bontang menghasilkan devisa sebesar US$ 8.119.872.685. Sebagian besar nilai ekspor tersebut berasal dari ekspor migas, yaitu sebesar US$ 7.216.713.333,[rujukan?]sedangkan ekspor non migas hanya sebesar US$ 903.159.352.

Selain LNG, di Kota Bontang terdapat industri lainnya, yaitu industri yang memproduksi amoniak dan urea. Perusahaan yang memproduksi dan mengekspor urea dan amoniak dari daerah ini adalah PT. Pupuk Kaltim. Produksi amoniak pada tahun 2005 mencapai 389.099 ton. Mayoritas dari produksi tersebut untuk keperluan ekspor, sebesar 311.230,68 ton. Sedangkan produksi Urea, dalam hal ini urea curah sebesar 1.009.693,79 ton. Seperti produk industri lainnya produksi urea curah untuk ekspor, mencapai sebesar 543.782,23 ton.

Dominasi berbagai industri di atas terlihat jelas dalam komposisi PDRB Kota Bontang. Dari keseluruhan nilai PDRB atas dasar harga konstan tahun 2000, tahun 2005 sebesar Rp. 26,26 trilyun, konstribusi sektor industri pengolahan mencapai Rp. 24,73 trilyun atau 94,17 persen. Dominasi industri yang berhubungan dengan hasil alam ini tidak hanya bermanfaat bagi perekonomian kota Bontang sendiri, melainkan juga menghasilkan devisa yang besar bagi negara.

Dilihat dari banyaknya industri, di Kota Bontang terdapat berbagai jenis industri antara lain industri aneka sebesar 196 buah, industri hasil pertanian dan kehutanan 299 buah dan industri logam, mesin dan kimia sebesar 205 buah. Industri aneka menyerap tenaga kerja 838 orang dengan nilai investasi sebesar Rp. 2,39 milyar. Sedangkan industri hasil pertanian dan kehutanan menyerap 893 tenaga kerja dan nilai investasi sebesar Rp. 14,91 milyar. Sementara industri logam, mesin dan kimia menyerap 4.020 tenaga kerja dengan nilai investasi sebesar Rp. 5,29 trilyun.

 

1.5  Peduduk 

Kota Bontang memiliki luas 49,757 km² dan penduduk berjumlah 174.794   jiwa pada tahun 2012 serta kepadatan sebesar 336,29 jiwa/km².

 

 

1.6  Agama

Mayoritas penduduk Kota Bontang memeluk agama Islam. Selain Islam, terdapat beberapa agama lain, yaitu Kristen, Hindu, Buddha, Katolik dan Konghucu.

 

1.7  Kesehatan

Ada beberapa unit pelayanan kesehatan di kota Bontang. Selain RSU milik pemerintah kota, juga ada beberapa RS swasta. Selain itu juga ada beberapa Puskesmas dan Puskesmas Pembantu serta klinik-klinik swasta. Berikut ini nama-nama Rumah Sakit di kota Bontang:

  • RS Umum Daerah Taman Husada, RS milik pemerintah kota Bontang, beralamat di Jl. S. Parman No. 1. Telp. 05483036990
  • RS Pupuk Kaltim, RS swasta milik PT Pupuk Kaltim, Jl. Oxygen No. 1, Komp. Pupuk Kaltim Telp. 054841118
  • RS Badak , RS swasta milik PT Badak NGL Komplek PT. Badak 
  • RS Amalia, RS swasta
  • RS Yabis, RS swasta

 

1.8 Obyek Wisata

Obyek wisata di Kota Bontang amat beragam, berikut merupakan daftar obyek wisata di Kota Bontang:

  • Pulau Beras Basah
  • Pulau Segajah
  • Bontang Kuala
  • Padang Golf Hotel Bukit Sintuk
  • Taman Nasional Kutai
  • Taman Cibodas
  • Cafe Singapura
  • Pulau Gusung
  • Pulau Selangan dan Tihi -Tihi
  • Rumah adat kutai guntung
  • Kenari Water Park

Masih banyak obyek wisata lainnya selain yang disebutkan di atas, seperti wisata belanja dan wisata kuliner (terutama seafood).

 

1.9  Pusat Perbelanjaan

Berikut adalah daftar pusat perbelanjaan yang berada di Kota Bontang

  • Plaza Taman
  • Bontang Plaza
  • Andhika Plaza
  • Bontang Trade Center (Home Mart)
  • Koperasi Karyawan PKT
  • Gunung Emas Swalayan
  • Pasar Rawa Indah
  • Pasar Telihan
  • Pasar Malam Berbas
  • Pasar Loktuan

 

C. Kebijakan Umum

Dalam mengantisipasi tantangan ke depan menuju kondisi yang diinginkan, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil  Kota Bontang sebagai organisasi yang berada dalam jajaran Pemerintah Kota Bontang perlu secara terus menerus mengembangkan kekuatan, memanfaatkan peluang, mengatasi kelemahannya dan ancaman serta membuat terobosan-terobosan dan menciptakan inovasi baru.

Dalam menciptakan perubahan tersebut harus disusun dalam tahapan pembangunan yang terencana, konsisten dan berkelanjutan sehingga dapat meningkatkan akuntabilitas kinerja yang berorientasi pada pencapaian hasil atau manfaat.

Sehubungan dengan itu untuk memberikan gambaran tentang kondisi masa depan yang ingin diwujudkan oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil  Kota Bontang, maka perlu dirumuskan visi Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil  Kota Bontang yang mencerminkan keadaan yang ingin dicapai pada akhir periode perencanaan. Visi dimaksud juga diperlukan untuk menyatukan persepsi dan fokus arah tindakan dalam pelaksanaan tugas dan fungsi setiap bidang dan individu serta sebagai panduan serta acuan dalam menjalankan tugas dan fungsi  dalam  mencapai  sasaran  atau  target  yang  ditetapkan.  Visi  yang  dirumuskan tentunya harus selaras dengan arah kebijakan dan program pembangunan pemerintah Kota Bontang yang ditetapkan di dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2011 –2016.

Sejalan dengan visi Pemerintah Kota Bontang, “Terwujudnya Masyarakat Bontang yang Berbudi Luhur, Maju, Adil dan Sejahtera”  maka Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil  Kota Bontang bertekad untuk turut serta mengimplementasikannya.

 

Untuk itu Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil  Kota Bontang menetapkan visinya adalah sebagai berikut :

“TERWUJUDNYA TERTIB ADMINISTRASI KEPENDUDUKAN 2016 ”

Visi tersebut diatas mengandung makna sebagai berikut :

Penjelasan visi dalam konsep adil dimaksudkan suatu kondisi masyarakat yang memiliki kesamaan hak dalam hukum dan pelayanan kemasyarakatan, pemerintahan dan pembangunan yang dapat mewujudkan pemerataan distribusi dan akses terhadap sumber daya dan hasi-hasil pembangunan. Dalam penyelenggaran pelayanan administrasi kependudukan mengacu pada amanah Undang-undang Nomor 23 Tahun 2006 tentang Admnistrasi Kependudukan salah satunya diarahkan untuk memenuhi hak asasi setiap orang dibidang administrasi kependudukan tanpa diskriminasi dengan pelayanan publik yang profesional. Hal ini diwujudkan dengan memberikan pelayanan prima kepada masyarakat 

Penentuan Visi Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil ini sesuai tugas pokok dan fungsi yang dijalankan sangat berkaitan erat dan berpedoman pada Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2006 tentang Administrasi Kependudukan, keterkaitan itu dapat disimpulkan dari pengertian Administrasi Kependudukan dan pengertian Pencatatan Sipil sebagai berikut :

  1. Administrasi Kependudukan adalah rangkaian kegiatan pendataan dan penertiban dalam penerbitan dokumen dan data kependudukan melalui pendaftaran penduduk, pencatatan sipil, pengelolaan informasi administrasi kependudukan serta pendayagunaan hasilnya untuk pelayanan publik dan pembangunan sektor lain.
  2. Pencatatan Sipil adalah pencatatan peristiwa penting yang dialami oleh seseorang dalam registrasi pencatatan sipil pada Instansi Pelaksana.

Mengacu pada hal tersebut di atas dapat dipahami bahwa implementasi Sistem Administrasi Kependudukan dan Pencatatan Sipil pada Instansi Pelaksana pada dasarnya merupakan rangkaian kegiatan yang tidak dapat dipisahkan yang menjadi tugas pokok dan fungsi Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Bontang , oleh karena itu pemaknaan Visi Dinas dapat diuraikan sebagai berikut:

  1. Terwujudnya Sistem Administrasi Kependudukan dan Pencatatan Sipil yang Profesional.
  2. Yaitu dalam melaksanakan kegiatan Administrasi Kependudukan dan Pencatatan Sipil selalu didasarkan pada kemampuan nyata pelaksanaan urusan Pemerintah Daerah yang dilaksanakan oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil dalam rangka menciptakan pelayanan jasa secara efektif, efisien dan bersih.
  3. Terwujudnya Sistem Administrasi Kependudukan dan Pencatatan Sipil yang tertib.
  4. Yaitu dalam melaksanakan kegiatan Administrasi Kependudukan dan Pencatatan Sipil selalu mengikuti alur, syarat dan prosedur yang baku serta sesuai ketentuan yang berlaku serta ada kepastian dalam hal biaya serta jaminan ketepatan layanan.
  5. Terwujudnya Sistem Administrasi Kependudukan dan Pencatatan Sipil yang akurat.
  6. Yaitu dalam melaksanakan kegiatan Administrasi Kependudukan dan Pencatatan Sipil selalu memperhatikan agar data yang diberikan oleh obyek pelayanan adalah data yang benar, valid dan ada dokumen pendukungnya disamping itu proses pelayanan mulai verifikasi, pemrosesan dalam system sampai dengan penyerahan hasilnya juga dilaksanakan sesuai standar yang sudah baku.
  7. Terwujudnya Sistem Administrasi Kependudukan dan Pencatatan Sipil yang dinamis. Yaitu dalam melaksanakan kegiatan Administrasi Kependudukan dan Pencatatan Sipil data yang ada atau yang yang tersimpan dalam database kependudukan adalah data yang paling terakhir dan mutakhir mengikuti perkembangan waktu sehingga setiap perubahan data dapat ter update secara realtime. 

Bahwa Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil  sebagai penyedia pelayanan dasar masyarakat  yang berkualitas dapat dibanggakan dan sangat memuaskan semua kalangan baik seluruh masyarakat dan pemerintah dengan terus menerus meningkatkan kualitas sumber daya aparatur, manajemen sarana dan prasarana kependudukan dan pencatatan sipil  memberikan pelayanan yang prima sehingga tercipta situasi dan kondisi yang tertib, puas, aman dan nyaman serta terkendali bagi seluruh masyarakat yang terkait dengan penyelenggaraan dan kegiatan kependudukan  dan pencatatan sipil.

Penjelasan visi dalam konsep adil dimaksudkan suatu kondisi masyarakat yang memiliki kesamaan hak dalam hukum dan pelayanan kemasyarakatan, pemerintahan dan pembangunan yang dapat mewujudkan pemerataan distribusi dan akses terhadap sumber daya dan hasi-hasil pembangunan. Dalam penyelenggaran pelayanan administrasi kependudukan mengacu pada amanah Undang-undang Nomor 23 Tahun 2006 tentang Admnistrasi Kependudukan salah satunya diarahkan untuk memenuhi hak asasi setiap orang dibidang administrasi kependudukan tanpa diskriminasi dengan pelayanan publik yang profesional. Hal ini diwujudkan dengan memberikan pelayanan prima kepada masyarakat Berdasarkan penjelasan tersebut diatas, jelas terlihat keterkaitan antara visi Pemerintah Kota Bontang dengan visi Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil  Kota Bontang. Keterkaitan tersebut adalah dalam rangka mewujudkan Kota Bontang sebagai kota yang adil, maju dan sejahtera. Hal ini dapat dicapai apabila salah satu sektor pendukungnya yaitu kependudukan  dan pencatatan sipil  sebagai penyedia pelayanan dasar kepada masyarakat  berkualitas dan adil . Untuk lebih jelasnya keterkaitan visi Pemerintah Kota Bontang dengan visi Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil  Kota Bontang dapat dilihat pada gambar berikut :

 Visi Pemerintah Kota Bontang

“ TERWUJUDNYA MASYARAKAT BONTANG YANG BERBUDI LUHUR ADIL DAN SEJAHTERA ”

|

|

Visi Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Bontang

“ TERWUJUDNYA  TERTIB ADMINISTRASI KEPENDUDUKAN 2016 ”

 

C.   Arah Kebijakan

Untuk mewujudkan kebijakan sebagaimana yang telah digariskan di atas, maka dipandang perlu untuk menggariskan pula beberapa arah kebijakan yang harus dilaksanakan oleh seluruh jajaran Kependudukan dan Pencatatan Sipil  Kota Bontang sebagai berikut :

  1. Meningkatkan tertib  dokumen kependudukan hasil pelayanan pendaftaran penduduk dan pencatatan sipil
  2. Meningkatkan pendayagunaan database kependudukan program SIAK sesuai parameter yang dibutuhkan 
  3. Meningkatkan  sosialisasi administrasi kependudukan dan pencatatan sipil.
  4. Meningkatkan koordinasi dan pembinaan dalam rangka peningkatan kinerja pelayanan 
  5. Meningkatkan pelayanan administrasi perkantoran dan pelaporan kinerja dan keuangan yang tertib dan tersedianya sarana prasarana guna memperlancar kegiatan SKPD