BAB II 

METODOLOGI DAN PELAKSANAAN

 

 

2.1  Metodologi  

Penyusunan Indeks Kepasan Masyarakat ( IKM ) didasarkan pada hasil survey kepuasan masyarakat terhadap pelayanan publik Tahun 2014 2. Metode survey mengacu pada Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor KEP/25/M.PAN/2/2004 tentang Pedoman Umum Penyusunan Indeks Kepuasan Masyarakat Unit Pelayanan Instansi Pemerintah. Metode ini meliputi unsur layanan, ukuran sampel, teknik pengumpulan data, analisa data dan cakupan survei.

A. Unsur Layanan

Unsur layanan mencakup 14 pertanyaan tentang:

  1. Prosedur pelayanan, yaitu kemudahan tahapan pelayanan yang diberikan kepada masyarakatdilihat dari sisi kesederhanaan, dan kejelasan alur pelayanan;
  2. Persyaratan pelayanan, yaitu persyaratan teknis dan administrasi yang diperlukan untuk mendapatkan sesuai dengan jenis pelayanan;
  3. Kejelasan petugas pelayanan, yaitu keberadaan dan kepastian petugas yang memberikan pelayanan ( nama, jabatan, kewenangan dan tanggung jawabnya );
  4. Kedisiplinan  petugas,  yaitu  kesungguhan  petugas  dalam  memberikan pelayanan terutama terhadap konsistensi waktu kerja sesuai ketentuan yang berlaku; 
  5. Tanggung  jawab  petugas  pelayanan,  yaitu  kejelasan  wewenang  dan tanggung jawab petugas dalam penyelenggaraan dan  penyelesaian pelayanan; 
  6. Kemampuan petugas pelayanan, yaitu tingkat keahlian dan keterampilan yang dimiliki petugas dalam memberikan/ menyelesaikan pelayanan kepada masyarakat;
  7. Kecepatan   pelayanan,   yaitu   target   waktu   pelayanan dapat diselesaikan dalam waktu yang telah ditentukan oleh unit penyelenggara pelayanan; 
  8. Keadilan    mendapatkan    pelayanan,    yaitu    pelaksanaan pelayanan    dengan tidak  membedakan golongan atau status masyarakat yang dilayani;
  9. Kesopanan dan keramahan petugas, yaitu sikap dan perilaku petugas dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat secara sopan dan ramah serta saling menghargai dan menghormati;
  10. Kewajaran biaya pelayanan, yaitu keterjangkauan masyarakat terhadap besarnya biaya yang ditetapkan oleh unit pelayanan;
  11. Kepastian biaya pelayanan, yaitu kesesuaian antara biaya yang dibayarkan dengan ketentuan yang telah ditetapkan;
  12. Kepastian jadwal pelayanan, yaitu pelaksanaan waktu pelayanan sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan;
  13. Kenyamanan lingkungan, yaitu kondisi sarana dan prasarana pelayanan yang bersih, rapi, teratur sehingga dapat memberikan rasa nyaman kepada penerima pelayanan;
  14. Keamanan  Pelayanan,  yaitu  terjaminnya  tingkat  keamanan  lingkungan  unit penyelenggara pelayanan ataupun sarana yang digunakan, sehingga masyarakat merasa tenang untuk mendapatkan pelayanan terhadap resiko-resiko yang diakibatkan dari pelaksanaan pelayanan.

 

B. Ukuran Sampel

Responden dipilih secara acakyang ditentukan sesuai dengan cakupan wilayah masing-masing unit pelayanan. Untuk memenuhi akurasi hasil penyusunan indeks, responden terpilih ditetapkan minimal 150 orang dari jumlah populasi penerima layanan, dengan dasar penetapan jumlah responden didapat dari (Jumlah unsur pertanyaan + 1) x 10 = jumlah responden (14 +1) x 10 = 150 responden. Untuk menghindari bias maka pemilihan responden adalah responden yang melakukan atau yang telah mendapatkan layanan selama dalam referensi survey.

 

C. Teknik Pengumpulan Data

Teknik pengumpulan data menggunakan metode wawancara menggunakan alat bantu kuesioner yang mencakup 14 unsur pertanyaan sesuai dengan unsur layanan yang telah ditetapkan. Dari ke-14 unsur tersebut maka dibuatlah 25 pertanyaan kuesioner/daftar pertanyaan(terlampir) dengan skala pengukuran ordinal dan skala rating yang digunakan adalah skala likert. 

 

D. Teknik Analisis Data

Nilai IKM dihitung dari nilai rata-rata tertimbang pada masing-masing unsur pertanyaan dengan jenis data berupa ordinal. Metode penghitungan angka indeks digunakan nilai rata-rata tertimbang dari masing-masing unsur pertanyaan dengan penghitungan rata-rata tertimbang.  Guna memudahkan interpretasi penilaian IKM antara 25 – 100 maka dilakukan konversi dengan nilai dasar 25 yaitu dengan cara IKM unit pelayanan x 25.

Tabel 2. Nilai Persepsi, Interval IKM, Interval Konversi IKM, Mutu 

Pelayanan dan Kinerja Unit Pelayanan

Nilai Persepsi Nilai Interval IKM Nilai Interval IKM Mutu Layanan Kinerja Unit Pelayanan
1 1,00 - 1,75 25 – 43,75 D Tidak Baik
2 1,76 - 2,50 43,76 – 62, 50 C Kurang Baik
3 2,51 - 3,25 62,51 – 81, 25 B Baik
4 3,26 - 4,00 81,26 – 100,00 A Sangat Baik

 

E. Cakupan Survei

Cakupan survey IKM 2 Disdukcapil kota Bontang meliputi pelayani pembuatan KK, KTP, SKTT, E-KTP, Akta Kelahiran, dan Akta Perkawinan.

 

2.2.  Pelaksanaan 

A. Tahapan Kegiatan Survei IKM 2

 

 

 Gambar 1. Tahapan Survei

  

B. Jadwal Pelaksanaan

Setelah mengadakan laporan IKM 1 pada tanggal 17 Oktober 2014, langkah berikutnya adalah persiapan pelaksanaan kegiatan IKM 2 dimulai dari tanggal 18 Oktober. Pada tahapan ini tim melakukan revisi isi kuesioner dengan mengurangi jumlah pertanyaan surve yang sebelumnya berjumlah 40 pertanyaan menjadi 25 pertanyaan. Pengurangan tersebut tetap mengacu pada keseimbangan pertanyaan yang dilontarkan kepada responden berdasarkan 14 unsur yang telah ditetapkan. 

Berikutnya, Pembagian personil, waktu dan lokasi bagi Kegiatan survei di 3 (kecamatan Bontang Utara, Bontang Selatan dan Bontang Barat) sebagai lokasi obyek sampling kegiatan dilakukan secara serentak dan acak. Survei lapangan tersebut  dimulai dari tanggal 27 Oktober sampai dengan 7 November 2014. Pelaksanaan survei dilakukan secara serentak. 

Selanjutnya adalah tabulasi pengolahan data dan penyusunan laporan akhir IKM 2. Pelaporan dan presentasi dilakukan pada tanggal hari Rabu tanggal 18 November 2014.