Berita

 
TANJUNG REDEB  -  Kekeliruan dalam pengisian formulir F-1.01 yang merupakan formulir biodata penduduk Warga Negara Indonesia masih sering ditemukan. Sementara isian formulir sangat penting karena akan berkaitan dengan seluruh dokumen kependudukan yang dimiliki setiap warga negara.

 

Pasalnya, kekeliruan dalam pengisian akan menimbulkan perbedaan pada data-data kependudukan di dokumen lain. Hal itu disampaikan Kepala Bidang Pendaftaran Penduduk Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Berau, Hery Irawan, saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (2/4) kemarin.

Read more: DISDUKCAPIL PERKETAT VERIFIKASI DATA PENDUDUK

 

MEDAN  - Kadis Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Medan Muslim Harahap mengatakan, untuk mencapai target agar seluiruh warga Kota Medan khususnya anak sekolah memiliki   akta kelahiran, pihaknya akan memberikan kemudahan pengurusan.

Dikatakan, untuk mempermudah akta kelahiran anak sekolah bagi anaks ekolah yang belum memiliki akta kelahiran untuk segera melaporkan kepada Kepala Unit Pelayanan Teknis (KUPT) Dinas Pendidikan Kota Medan.

Read more: DISDUKCAPIL PERMUDAH URUSAN AKTA LAHIR ANAK SEKOLAH

 

Solopos.com, KLATEN--Polres dan Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Klaten bakal turun tangan untuk mengusut kasus pembuatan akta palsu yang melibatkan seorang staf di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Klaten.

 

Kepala Bidang Umum BKD Klaten, Joko Purwanto, menyatakan akan mengkaji terlebih dahulu kasus tersebut serta mencari bukti-buktinya. Hal itu ia lakukan sambil menunggu laporan resmi dari Kepala Dispendukcapil sebagai dasar pemberian sanksi untuk disiplin Pegawai Negeri Sipil (PNS).

 

Read more: POLRES DAN BKD SELIDIKI KASUS AKTA KELAHIRAN PALSU

 

 

 

suarasurabaya.netSURABAYA - Suharto wardoyo, Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) Surabaya mengemukakan ada indikasi pemilik KTP ganda secara sengaja membuat KTP lebih dari satu.

 

Berbagai modus dilakukan untuk mendapatkan identitas ganda, diantaranya :

 

 

Read more: BERBAGAI MODUS PEMILIK KTP GANDA

 

Jakarta (ANTARA News) - Komisi Pemilihan Umum menemukan jumlah pemilih dengan nomor induk kependudukan (NIK) invalid (belum ditemukan), hingga Sabtu, tersisa sebanyak 166.000 orang, kata Komisioner Ferry Kurnia Rizkiyansyah di Jakarta.

"Data terakhir, NIK invalid jumlahnya 165.172 pemilih, sehingga terkait jumlah NIK invalid sudah berkurang 400.000 menjadi 166.000 per hari ini," kata Ferry.

Read more: NIK INVALID MASIH 166.000 PEMILIH